Minggu, 18 Mei 2014

Contoh Paparikan


PAPARIKAN


Emas mah katinggang Kaum...

Disipu di rawa Anom…

Asalamualaikum…

Ka sepuh miwah nu anom…



Lembur kuring di Cidawung…

Tapal wates jeung Cimindi…

Desana di Margacina kabupatenna di Pangandaran…

Pasarna ka Parigi…



baju soeh tatambalan..

kaput gede jarumatna…

daek sote ngawulaan…

rumawatna…



seungit kembang sumarsana…

bawa angin ngadalinding…

nu laip kieu rasana…

nyandang nyeri tanpa tanding…



Talintung talina benang…

Mobil beureum diguratan…

Satungtung teu acan beunang…

Moal eureun disuratan…



Cikur jangkung jahe koneng…

Lampuyang pamulang beuteung…

Rarasaan jangkung koneng…

Puguh mah bureuteu hideung…



Poe sabtu poe kening…

Salasa heuleut-heuleutan…

Saha itu muril kumis…

Leumpangna eundeuk-eundeukan…

Selasa, 06 Mei 2014

Senja Yang Temaram

                                        Senja Yang Temaram
 
Sore tadi, matahari senja mulai menepi
  Sore tadi, keramaian-keramaian hari semakin sepi
Sore tadi, kesibukan-kesibukan beranjak mati
Sore tadi, segala yang berlari-lari kian berhenti

Sampul alam adalah gelisah yang ditelan resah
       Sepi alam adalah kecupan seorang ibu yang pada keningnya ketika berangkat sekolah
      Senja alam adalah kesibukan-kesibukan sudah dipersiapkan lelah
lelah menunggu musim dengan penuh resah; gelisah.

Senin, 05 Mei 2014

Cara Bore-Up Mesin Vespa

Cara Bore-Up Mesin Vespa
Biasanya pada blok mesin piston dan selinder diberi celah, namun tak sembarangan memberi celah, semua ada ukurannya, bilamana dikasih celah sembarangan piston akan ngejim.
Untuk mengatasi masalah itu tidak terjadi dibawah ini ada ukurannya sebagai berikut:
C=diameter cylinder max
P=diameter luar piston
Piston Clearance 0,0040 /0,0045.
Dijamin mesin vespa anda tidak macet, proses Rayen selama tiga hari, penggunaan oli samping sebaiknya 1,5 dari takaran biasa atau tiga tutup botol oli samping pada bensin satu liter. Oli sehabis korter pakai oli bagus bisa pake oli jumbo atau oli samping pertamina.
Awalnya, ide ini muncul karena rasa penasaran atas kemampuan vespa yang katanya gak bisa lari(motor butut). akhirnya rasa penasaran ini di curahkan pada motor Vespa. Adapun karb (singkatan dari karburator) menggunakan karburator PX 150. Standard-nya, karb ini memiliki lubang venturi (isapan udara) berukuran 18 mm walaupun pada bodi karb tertulis 20 mm. kemudian pilot jet dan main jet menggunakan 48-160.

Ubahan yang saya lakukan sangat sederhana tanpa harus membeli onderdil pengganti, dan terbukti dapat meningkatkan performa dan speed motor vespa saya.
adapun ubahan yang di lakukan yaitu berupa pembesaran (reamer) lubang venturi karb dari 18 mm menjadi 24 mm (setara karb spartan 24 mm). Ubahan ini dilakukan tidak hanya pada lubang venturi bagian luar, namun bagian dalamnya juga. Efek dari perubahan ini yaitu, lidah skep karb standar tidak dapat dipakai lagi dan harus diganti dengan plat almunium setebal 1,5mm yang di model menyerupai lidah skep yang asli namun dengan ukurun berbeda yaitu 24mm(yang asli cuma 18mm).
Setelah melakukan perubahan ini, pilot jet dan main jet pun ikut di sentuh dengan pisau tunnig(kikir dan bor) untuk mendapatkan ukuran sepuyer (bahasa lain dari pilot dan main jet) yang tepat mengingat ukuran spuyer pada karb PX150 sudah terbesar dikelasnya dan sudah tidak ada di jual yang lebih besar lagi.

Untuk pilot jet dan main jet, cukup bagian ujungnya yang diperbesar menggunakan mata bor 0,5mm. perubahan ini dirasa sudah cukup besar untuk mengalirkan bensin dengan deras ke blok selinder vespa anda.

--Selamat mencoba.

--Sumber: Modifikasi Motor
--Editor: Faruq Ibrahim

Sejarah Vespa


Paperino 1945


Asal Mula Vespa - Perusahaan Piaggio sudah ada sejak tahun 1884 namun tidak dalam bentuk kendaraan seperti sekarang—kendaraan motor, melainkan peralatan kapal . Selang beberapa tahun kemudian perusahaan yang didirikan pertama kali oleh Rinaldo Piaggio (RP) ini membuat/memproduksi kapal laut, mesin rumput, gerbong kereta api—segala yang berhubungan dengan transportasi. Di awal abad 19 juga atau sekitar tahun 1917 Rinaldo Piaggio membeli sebuah persahaan industry yang bergelut di bidang permesinan disekitaran Pontedera, Italia. Di pabrik inilah kemudian RP menjadikan pusat pesawat terbang yang meliputi ‘part-part; yang meliputi mesin, pesawat dan, baling-baling). Ketika perang kedua berkecamuk di pasifik RP membuat P108 yang dikhususkan untuk mesin pesawat terbang berkapasitas dua orang.

Lahir Kembali
Menjelang Perang Dunia ke II berakhir, atau ketika jepang dibom atom oleh sekutu sekitar tahun 1942, pabrik Rinaldo Piaggio pun tak luput dibom oleh pesawat sekutu juga. Ketika perang telah usai, Enrico Piaggio (EP) mengambil alih—bukan kudeta--Piaggio dari ayahnya (Rinaldo Piaggio). (Sebagai catatan: Perusahaan Piaggio adalah perusahaan turun-temurun keluarga seperti Harley Davidson) ketika itu perekonomian Negara yang dijuluki Pizza ini sedang tengah tidak baik, Enrico Piaggio merencanakan untuk mendisain lalu membuat kendaraan yang lebih murah yang sesuai dengan kondisi perekonomian Italia saat itu kemudian EP merekrut salah seorang insinyur bidang penerbangan yang bernama Corradino D’Ascanio yang berbakat yang merancang dan menerbangkan helicopter yang pertama kali dengan desain yang terlihat simple namun tetap elegan yang dibuat oleh perusahaan piaggio. mengkonsep dan menerbangkan Helikopter Modern Pertamanya Piaggio.

Revolusi Dimulai Ketika pengawal tahun 1945, pembuatan kendaraan alternatif model baru ditemukan, piaggio yang dulunya hanya merakit mesin pesawat, kini merakit kendaraan moto, namun dalam pengerjaannya agak sedikit memaksakan sebab ada sebagian suku cadangnya mengambil dari pesawat terbang. Setelah beberapa kali perbaikan dalam pengerjaannya

Maka muncullah pertama kali produk motor dengan seri MP5 (sebagian mengejeknya dengan nama paperino). Kendaraan ini berteknologi sederhana tetapi punya bentuk yang amat menarik, bagai binatang penyengat (lebah/tawon) karena bentuk bodinya seperti lebah/tawon. (catatan Vespa pertama yang dirakit pernah mendapat ejekan dari salah satu tokoh kartunist dunia tentang bentuknya yang sedikit buruk) selang beberapa waktu kemudian, beberapa hari kemudian perusahaan itupun mendesain ulang kendaraan tersebut dengan nama Prototipe MP6. Pada April 1946, prototipe MP6 ini mulai diproduksi masal di pabrik Piaggio di Pontedera, Italia.

 

Copyright @ 2013 Ruang Imajinasi.